Hai aku kembali lagi, kali ini aku nulis lagi karena mumpung ada ide dikepala, jadi nikmatin baca blogku yaa teman-teman.
Ternyata setelah melepaskan seseorang yang aku tunggu dan aku harapkan itu, ada banyak energi yang ikut hilang. Kali ini aku bener-bener capek buat harus memulai hubungan baru lagi, membuka hati, dan harus berharap lagi.
Aku selalu berpikir, apakah aku benar-benar layak dicintai dengan tulus? Apakah akan ada seseorang yang mau tetap tinggal di sisiku setelah tahu semua kekuranganku? Kadang aku heran, bagaimana orang lain bisa punya energi untuk kembali mengenal, membuka hati, dan menjalani hubungan baru. Dari mana mereka mendapatkan kekuatan itu?
Sementara aku, masih di sini… belajar berdamai dengan rasa lelah, dengan kehilangan, dan dengan hati yang belum sepenuhnya pulih. Mungkin untuk sekarang, jalanku adalah belajar mencintai diri sendiri dulu. Karena sebelum yakin ada orang yang bisa tinggal, aku harus lebih dulu bisa tinggal bersama diriku sendiri.
Dan aku mulai sadar bahwa masalah nya bukan di orang lain. Mungkin masalahnya ada diri aku sendiri, aku selalu sibuk untuk memvalidasi dari pertanyaan apakah aku pantas dicintai. Sampai aku lupa bertanya pada diriku sendiri "apakah aku sudah mencintai diri sendiri?"
Perlahan aku mulai sadar, bahwa cinta itu bukanlah hanya sekedar menemukan seseorang yang mau bertahan atau cepatnya untuk mencari pengganti yang baru. Tapi penting juga bahwa bagaimana aku bisa bertahan pada diriku sendiri, meskipun kadang perasaan itu hampa.
Ada di suatu momen aku ngerasa cukup pada diriku sendiri, tapi ada juga di mana aku ngerasa kosong dan hampa. Mungkin aku belum bisa janji kapan siap lagi membuka hati, tapi aku bisa janji untuk tetap berusaha berdamai dengan diri sendiri.
Dan siapa tahu, ketika aku sudah benar-benar pulih, tuhan akan mempertemukan aku dengan seseorang yang juga sedang belajar, sama sepertiku. Mungkin untuk saat ini, aku usahkan bahagia itu bukan berasal dari orang lain tapi itu berasal dari diri ku sendiri.
Kadang aku lupa, bahwa proses ini bukan perlombaan. Engga harus buru-buru untuk sembuh, gak harus cepat-cepat membuka hati hanya karna orang lain melakukannya. Setiap orang itu mempunyai waktunya sendiri, begitupun juga aku
Jika suatu hari nanti aku bertemu seseorang yang benar-benar datang dan berjalan ke arahku, aku harap ia bukan hanya menerima kelebihanku, tapi juga rangkulan hangat untuk setiap kekuranganku. Karena aku ingin dicintai bukan hanya ketika aku terlihat kuat, tapi juga ketika aku rapuh.
Sebab pada akhirnya, cinta yang paling indah adalah ketika kita bisa saling tinggal — tanpa syarat, tanpa paksaan, dan tanpa harus selalu sempurna.
— ditulis di satu kata: aku
Komentar
Posting Komentar