Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Pulih dari Luka Lama adalah Tanggung Jawab Diri Sendiri

 Hai aku kembali lagi, kali ini aku nulis lagi karena mumpung ada ide dikepala, jadi nikmatin baca blogku yaa teman-teman. Ternyata setelah melepaskan seseorang yang aku tunggu dan aku harapkan itu, ada banyak energi yang ikut hilang. Kali ini aku bener-bener capek buat harus memulai hubungan baru lagi, membuka hati, dan harus berharap lagi. Aku selalu berpikir, apakah aku benar-benar layak dicintai dengan tulus? Apakah akan ada seseorang yang mau tetap tinggal di sisiku setelah tahu semua kekuranganku? Kadang aku heran, bagaimana orang lain bisa punya energi untuk kembali mengenal, membuka hati, dan menjalani hubungan baru. Dari mana mereka mendapatkan kekuatan itu? Sementara aku, masih di sini… belajar berdamai dengan rasa lelah, dengan kehilangan, dan dengan hati yang belum sepenuhnya pulih. Mungkin untuk sekarang, jalanku adalah belajar mencintai diri sendiri dulu. Karena sebelum yakin ada orang yang bisa tinggal, aku harus lebih dulu bisa tinggal bersama diriku sendiri. Dan a...

Merindukan Kehangatan yang Tak Kunjung Kembali 🌻

Hai, gimana kabar mu di sana? Udah nggak ngerasain sakit lagi kan? Aku di sini mulai ngerasa kehilanganmu, padahal kamu udah lama ninggalin kami. Semakin dewasa, aku makin sadar kalau kepergianmu meninggalkan luka yang sampai sekarang belum kutemukan obatnya. Ada ruang kosong di dalam diri ini yang nggak bisa digantiin oleh siapapun. Dulu, waktu kamu pergi, aku bahkan nggak benar-benar mengerti kenapa semua orang menangis. Aku cuma bertanya-tanya dalam hati, ada apa ini? Tapi aku nggak berani nanya langsung. Dan sekarang, setelah semua tahun berlalu, aku sadar… ternyata itu adalah momen aku benar-benar kehilanganmu. Jujur, aku kangen. Pengen banget bisa lihat kamu lagi, ngerasain suasana hangat yang dulu selalu ada. Aku tahu itu nggak mungkin, tapi aku percaya kenanganmu akan selalu hidup di dalam diriku. Dan mungkin, dengan itu, aku bisa terus berjalan. Jika kamu masih ada, buah alpukat yang selalu ada di rumahmu itu pasti tetap jadi favoritku. Tapi sejak kamu nggak ada, aku nggak p...

Saat Hidup, Tanpa Mengenal Diri Sendiri

Setelah mencoba berdamai dengan diri sendiri, aku justru menemukan hal yang mengejutkan. Ternyata aku asing dengan diriku.  Bukan sekadar tidak memahami perasaan, tapi bahkan hal-hal sederhana seperti makanan atau minuman favorit pun aku tidak tahu.  Rasanya aneh, bagaimana bisa aku hidup bertahun-tahun dengan diriku sendiri, namun tidak benar-benar mengenalnya? Perlahan aku menyadari bahwa selama ini aku berjalan tanpa arah. Yang dimana hari hari terasa seperti rutinitas yang harus dilewatin, bukan sesuatu yang bisa aku nikmati, semuanya seperti sekedar "mengikuti arus kehidupan." Hingga akhirnya akupun bertanya-tanya: apa yang sebenernya aku suka? apa yang bisa membuatku hidup? Kesadaran ini membuatku pelan-pelan mengakui dan menyadari: aku yang tidak mempunyai motivasi atau ambisi yang kuat dan jelas. Bukan berarti aku tak ingin melangkah.  Aku selalu bertanya pada diriku ini, " apa sih yang sebenernya aku cari? kenapa aku seasing ini pada diriku? bukan nya dulu disaa...