Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Tentang Kekurangan, Ketulusan, dan Rasa Takut Tidak Cukup

Hai guys, apa kabar? Udah lama aku nggak bikin blog. Hari ini aku nemu ide yang menarik dari salah satu konten di TikTok. Di video itu, aku melihat sepasang kekasih yang udah lama bersama. Yang cewek punya kekurangan — dia tunarungu — tapi cowoknya tetap setia nemenin dia. Melihat itu bikin aku mikir: “Apakah aku bisa seperti itu? Menemani seseorang dengan tulus, walau kondisi ekonomi lagi down dan aku sendiri masih punya banyak kekurangan?” Jujur, di saat aku nonton video itu, aku iri . Bukan iri karena mereka tampak bahagia… tapi iri karena aku nggak yakin apakah aku bisa setulus itu. Aku iri sama keberanian mereka untuk tetap bertahan, meskipun hidup nggak sempurna dan mereka punya luka masing-masing. Hubungan mereka bikin aku makin mikir: “Apakah aku bisa setulus cowok itu? Apakah aku bisa kuat? Sabar? Dan bertahan menerima kekurangan pasanganku nanti?” Aku ngerasa… aku belum cukup baik buat siapapun. Kayak masih banyak hal yang harus aku beresin, masih banyak kekura...

Dari Aku yang Pernah Egois, Kini Belajar Tumbuh

Dulu, aku belum benar-benar mengerti apa itu hubungan dua arah. Yang aku tahu saat itu, orang lain harus mendengarkan ceritaku. Harus tahu apa yang aku rasakan, alami, dan pikirkan.  Aku terbiasa menjadi pusat dalam setiap percakapan — seolah hanya aku yang butuh didengar, seolah itu satu-satunya cara agar aku merasa berarti. Aku lupa… bahwa orang lain juga punya cerita.  Sampai akhirnya, ada satu momen yang diam-diam menyentakku. Saat itu, sahabatku mengajakku pergi — sekadar nongkrong santai. Di tengah obrolan, dia mulai bercerita. Katanya, akhir-akhir ini dia sedang bingung dengan hubungannya bersama pasangannya. Awalnya aku hanya mendengarkan sambil sesekali menimpali. Tapi semakin lama dia bicara, aku sadar… aku nggak tahu banyak tentang apa yang sedang dia hadapi. Padahal kami dekat, sering ngobrol, sering bareng. Tapi soal ini, aku benar-benar buta. Ternyata kami hanya dekat secara fisik. Sering bersama, sering tertawa, tapi selama ini aku sibuk jadi pusat perhatian. Si...