Tentang Kekurangan, Ketulusan, dan Rasa Takut Tidak Cukup
Hai guys, apa kabar? Udah lama aku nggak bikin blog. Hari ini aku nemu ide yang menarik dari salah satu konten di TikTok. Di video itu, aku melihat sepasang kekasih yang udah lama bersama. Yang cewek punya kekurangan — dia tunarungu — tapi cowoknya tetap setia nemenin dia. Melihat itu bikin aku mikir: “Apakah aku bisa seperti itu? Menemani seseorang dengan tulus, walau kondisi ekonomi lagi down dan aku sendiri masih punya banyak kekurangan?” Jujur, di saat aku nonton video itu, aku iri . Bukan iri karena mereka tampak bahagia… tapi iri karena aku nggak yakin apakah aku bisa setulus itu. Aku iri sama keberanian mereka untuk tetap bertahan, meskipun hidup nggak sempurna dan mereka punya luka masing-masing. Hubungan mereka bikin aku makin mikir: “Apakah aku bisa setulus cowok itu? Apakah aku bisa kuat? Sabar? Dan bertahan menerima kekurangan pasanganku nanti?” Aku ngerasa… aku belum cukup baik buat siapapun. Kayak masih banyak hal yang harus aku beresin, masih banyak kekura...