Merindukan Kehangatan yang Tak Kunjung Kembali 🌻
Hai, gimana kabar mu di sana? Udah nggak ngerasain sakit lagi kan? Aku di sini mulai ngerasa kehilanganmu, padahal kamu udah lama ninggalin kami. Semakin dewasa, aku makin sadar kalau kepergianmu meninggalkan luka yang sampai sekarang belum kutemukan obatnya. Ada ruang kosong di dalam diri ini yang nggak bisa digantiin oleh siapapun.
Dulu, waktu kamu pergi, aku bahkan nggak benar-benar mengerti kenapa semua orang menangis. Aku cuma bertanya-tanya dalam hati, ada apa ini? Tapi aku nggak berani nanya langsung. Dan sekarang, setelah semua tahun berlalu, aku sadar… ternyata itu adalah momen aku benar-benar kehilanganmu.
Jujur, aku kangen. Pengen banget bisa lihat kamu lagi, ngerasain suasana hangat yang dulu selalu ada. Aku tahu itu nggak mungkin, tapi aku percaya kenanganmu akan selalu hidup di dalam diriku. Dan mungkin, dengan itu, aku bisa terus berjalan.
Jika kamu masih ada, buah alpukat yang selalu ada di rumahmu itu pasti tetap jadi favoritku. Tapi sejak kamu nggak ada, aku nggak pernah lagi makan atau minum buah itu. Mungkin sebenarnya bukan alpukatnya yang aku suka, tapi karena ada kamu yang selalu ngasihnya.
Kelihatan sepele tapi itu sangat bermakna dan justru paling terasa hilangnya. Dan dari situ aku sadar bahwa kehilangan paling berat itu justru dari hal sederhana yang dulu aku nggak pernah pikirkan. Kamu tau, aku sering berfikir bahwa kalau saja kamu engga kalah sama penyakit mu, mungkin kamu senang melihat semua kumpul dan mulai merangkul lagi.
Setelah kepergian kamu beberapa tahun yang lalu, semuanya berubah dan perlahan ada masalah yang muncul dan bikin keretakan dalam hubungan ini. Tapi kamu tenang aja, seperti apa yang aku katakan tadi diatas bahwa semuanya udah berjalan dengan baik.
Kadang aku ngebayangin kamu masih ada dan ngeliat aku nulis ini, aku bisa nebak kamu bakal senang dengan perubahan dari diriku yang dulunya cengeng. Dan maaf jika kadang aku masih kepikiran kamu bukan karna aku engga ikhlas kepergian kamu tapi rasanya baru kemarin kita ketawa.
Aku sadar ternyata setelah kepergianmu itu ngajarin aku banyak hal, terutama kebersamaan. Aku jadi lebih paham tentang hidup itu singkat banget, dan yang benar-benar berharga itu bukanlah hal-hal besar, tapi momen sederhana yang dibagi bersama orang yang kita sayang.
Aku yakin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di tempat yang lebih baik dan kondisi yang lebih baik. Aku juga harus mulai belajar bahwa berdamai dengan kehilangan ini, karena kamu juga ingin aku ngelanjutin hidup dengan baik. Aku juga mau makasih kepada tuhan bahwa aku ditakdirkan menjadi salah satu bagian perjalanan hidup kamu dan kamu ngajarin banyak hal.
Izin aku tutup tulisan hari ini dan semoga kamu datang ke mimpi aku malem ini. Kalau kamu yang lagi baca tulisan ini juga pernah ngerasain kehilangan, semoga kamu tahu: nggak ada yang benar-benar hilang, mereka cuma pindah tempat, dari genggaman jadi kenangan, dari pelukan jadi doa. 🌻
— ditulis di satu kata: aku
Komentar
Posting Komentar