Bab Yang Masih Aku Tulis Diam-Diam
Hai… aku nulis tentang kamu lagi.
Maaf, bukan karena ingin membuka buku itu kembali.
Aku hanya sedang berusaha berdamai, dengan cara paling sunyi: melepasmu.
Aku tahu mungkin ada hal-hal yang gak selalu mudah,
tapi aku percaya kamu bisa melaluinya dengan tenang.
Sekarang aku cuma bisa percaya… kamu akan baik-baik saja, meski tanpa aku di sana.
Bukan karena aku masih berharap kamu kembali,
tapi karena kenangan kita terlalu nyata untuk diabaikan.
Gimana kerjaanmu sekarang? Semoga semuanya berjalan lancar, ya.
Ternyata bab melepaskan tentang kamu itu lumayan sulit, ya…
Bukan karena aku masih berharap kamu kembali,
tapi karena kenangan kita terlalu nyata untuk diabaikan.
Ternyata, kita sudah terlalu jauh...
untuk kembali memulai sesuatu yang lebih dari sekadar teman.
Dan aku sedang belajar menerima,
bahwa tidak semua yang terasa hangat, ditakdirkan untuk bertahan.
tapi karena kenangan kita terlalu nyata untuk diabaikan.
Ternyata, kita sudah terlalu jauh...
untuk kembali memulai sesuatu yang lebih dari sekadar teman.
Dan aku sedang belajar menerima,
bahwa tidak semua yang terasa hangat, ditakdirkan untuk bertahan.
Maaf jika aku masih sering menulis tentang perasaanku sendiri,
tentang lukaku, dan tentang caraku melepaskan.
Bukan karena aku ingin kamu kembali,
tapi karena dengan cara ini… aku sedang berusaha berdamai dengan semuanya.
tentang lukaku, dan tentang caraku melepaskan.
Bukan karena aku ingin kamu kembali,
tapi karena dengan cara ini… aku sedang berusaha berdamai dengan semuanya.
Kalau suatu hari takdir mempertemukan kita kembali,
aku harap bukan dengan luka yang sama.
Tapi dengan versi terbaik dari diri kita masing-masing —
yang lebih dewasa, lebih tenang, dan telah berdamai dengan masa lalu.
aku harap bukan dengan luka yang sama.
Tapi dengan versi terbaik dari diri kita masing-masing —
yang lebih dewasa, lebih tenang, dan telah berdamai dengan masa lalu.
Terima kasih karena pernah jadi cerita.
Sekarang, biarlah tulisan ini menjadi salam tenang yang tak harus sampai padamu.
Sekarang, biarlah tulisan ini menjadi salam tenang yang tak harus sampai padamu.
Komentar
Posting Komentar